15.5.12

Manusia Bertanya


Pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan “apa dan bagaimana” mungkin yang pertama kali muncul ketika manusia primitif periode awal menjumpai kejadian yang belum pernah dilihat, disentuh, ataupun dirasakan olehnya. Pengalamannya terhadap dunia dapat diperolehnya dari pengamatannya secara langsung maupun cerita manusia – manusia sebelum dia. Namun demikian, untuk kejadian - kejadian yang sering terjadi seperti petir menyambar dan membakar hutan, angin berhembus menerpa kulitnya dan menggoyangkan ranting – ranting pohon, tetap memunculkan pertanyaan pertanyaan baru, selain dari bagaimana kejadian itu terjadi, timbul juga siapa yang melakukan / membuatnya karena dari pengetahuannya setiap kejadian timbul dari sesuatu / kejadian yang lain. Lebih dalam lagi manusia mulai mempertanyakan mengapa hal itu harus terjadi. 

Hal ini mungkin mendasari munculnya dewa-dewa yang menguasai beberapa kejadian dan tempat – tempat tertentu  yang dapat menyebabkan suatu kejadian pada suatu tempat. Jadi, dewa-dewa, roh-roh yang tidak dapat mereka lihat  pertama kali muncul untuk menjawab pertanyaan mereka tentang siapa yang melakukan kejadian aneh tadi. Lalu manusia mulai bertanya lagi, jika dalam kelompok mereka ada seseorang yang berkuasa yang memiliki kehendak atas yang dikuasai dan bersifat “maha / paling” maka pastilah diantara sumber-sumber kekuatan tadi ada yang menguasai. Maka timbullah supreme deity yang yang lama kelamaan direduksi sebagai Tuhan.

Terlebih lagi, oleh sebab apa dan sejak kapan manusia mulai bertanya, itu juga merupakan pertanyaan mendasar bagi manusia - manusia saat ini. Apakah sejak akalnya sempurna, yaitu saat homo sapien awal mulai muncul, ataukah saat mereka tertimpa bencana hingga membuat mereka berpikir berbeda dari biasanya. Dalam kesehariannya, manusia awal mungkin menyikapi kehidupannya berjalan apa adanya tanpa pengamatan - pengamatan atau pertanyaan - pertanyaan seperti halnya manusia modern industrialis individualis yang ignorance.

0 comments:

Post a Comment

menu