Showing posts with label 1. Experience. Show all posts
Showing posts with label 1. Experience. Show all posts
13.4.15
11.3.15
Sinopsis Film: After The Fall
Bill seorang agen
asuransi baru saja dipecat dari pekerjaannya. Bukan karena kesalahan dalam
bekerja atau buruknya kinerja, ia bahkan dua kali mendapat penghargaan karyawan
teladan dari perusahaan. Ia dipecat karena kejujuran dan keuletannya. Setiap
klaim yang diajukan oleh pemegang polis kepadanya selalu berhasil didapatkan.
Perusahaan merasa dirugikan atas kelakuan Bill yang seperti itu.
Ia tinggal di sebuah rumah mewah di perumahan di tengah gurun bersama istri dan kedua orang anaknya. Sebuah kolam renang di halaman rumah dimanfaatkannya untuk bersenang-senang bersama keluarganya. Anaknya sangat senang dengan kolam itu, apalagi jika ayahnya menjanjikan untuk bermain bersama di sana.
Tanpa ada penghasilan tetap membuat Bill sering berurusan dengan penagih hutang. Tiap hari ia menjual barang-barang bekas, banyak dari barang itu adalah kesayangan dan pemberian ayahnya. Kekacauan bertambah dengan seringnya ia mendapat surat teguran dari sekolah anaknya yang suka menyontek.
Suatu malam ia berjalan ke tengah gurun. Dilihatnya coyote sekarat dengan isi perut berceceran keluar. Ia kembali ke rumahnya untuk mengambil pistol dan menembak mati coyote itu. Paginya ia kuburkan coyote itu lalu berhenti sejenak di bawah pohon. Bill kelihatan memikirkan sesuatu sambil memandangi pistol yang digunakannya untuk membunuh coyote semalam.
Saat pulang Bill mampir untuk mengambil minum dari sebuah pompa di pinggir jalan. Pompa air sudah tak bisa digunakan atau air sedang kering. Bill masuk ke sebuah rumah yang terbuka menuju kran air di dalam rumah. Bill mendegar desahan wanita di ruangan lain. Penasaran, Bill menghampiri ruangan itu dan melihat sepasang manusia berdiri berlawanan bersandar meja tanpa celana. Kedua orang itu kaget melihat Bill yang tiba-tiba ada di depan mereka dengan sebuah senapan. Sang pria memberikan dompetnya kepada Bill. Dengan ragu, Bill menerima dompet itu, mengambil uangnya, lalu hanya meletakkan saja dompetnya.
Sebelum pergi, Bill bertanya pada kedua orang tadi, “seharusnya .. aku mengikatmu atau bagaimana kan?”
“Tidak perlu, tidak ...”
Bill pulang bersama perasaan yang bercampur. Sejak saat itu, Bill mulai terbiasa dengan perampokan.
Di tempat permainan bowling, Bill bertemu dengan Frank yang nanti akan menjadi sahabat dekatnya. Pertemuannya di awali ketika teman Bill membuat kekacauan di arena bowling, dan Frank memberikan uang damai kepada pemilik arena.
Bill sering duduk bersama Frank, sekedar berbincang sambil minum bir. Frank seorang polisi yang meragukan keadilan.
Seorang pemilik swalayan memperlakukan pegawainya tanpa perasaan. Bill yang sering belanja di tempat itu dan kenal dengan karyawan tersebut, merasa tidak nyaman dengan perlakuan majikan tadi. Malamnya, Bill memberikan pelajaran kepada pemilik swalayan itu dengan merampok uang dalam cash register, saat semua karyawan sudah pulang dan hanya tinggal pemiliknya. Sejak saat itu, perlakuan majikan telah berubah.
Frank sangat dekat dengan Bill, bersantai, bermain bersama, bahkan ia diundang untuk makan bersama keluarga Bill.
Lama kelamaan istri Bill mulai meragukan ucapan Bill bahwa ia masih bekerja di perusahaan asuransi. Ia membuntuti Bill dan menemukan bahwa Bill sudah tak bekerja di sana.
Frank melihat sebuah pengumuman di layar monitor kantornya. Seorang berusia 30-an, kaukasian, dengan sketsa wajah yang nampaknya ia kenal. Kasus itu menjadi terkenal di kantor Frank.
Melihat ciri-ciri yang sudah tak diragukan lagi bahwa itu adalah temannya, Frank memanggil Bill untuk sedikit menasehatinya.
Istri Bill mulai mengetahui apa yang disembunyikan Bill tentang perampokan yang dilakukannya selama ini. Ia pergi dari rumah bersama kedua anaknya, ke rumah orang tuanya.
Bill mulai frustasi dengan berbagai hal yang terjadi. Ia pergi ke kolam tempat ia bermain bersama anaknya. Dimasukkannya zat azam ke dalam kolam, yang ia kemudian memasukkan dirinya. Tubuhnya terbakar oleh reaksi larutan itu.
Anaknya yang tidak betah ingin bertemu ayahnya mengajak ibunya untuk pulang kembali. Bill senang dapat bertemu keluarganya lagi.
Bill menjual rumah mewahnya, namun belum ada yang mau membelinya.
Kolam renang sudah Bill tutupi dengan pasir. Anak-anak Bill memandangi kolam itu dan merebahkan dirinya di atas pasirnya. Bill mengambil selang air dan menyemprotkannya ke anak dan istrinya, mereka bahagia bermain lagi.
Bill membaca koran. Di salah satu kolomnya termuat telah tertangkapnya seorang perampok.
Bill pergi ke rumah seorang anak yang diketahuinya adalah anak permapok tersebut.
Bill berkata pada istrinya bahwa ada seorang yang merampok sebuah pom bensin, namun di pengadilan ia didakwa atas apa yang Bill telah lakukan selama ini. Bill bingung apa yang harus ia lakukan.
“Tak ada, tak ada yang bisa kau lakukan. Dia seorang penjahat, dia akan masuk penjara. Ini tak ada hubungannya denganmu. Kau juga punya anak. Ini keluarga kita Bill. Ini sudah berakhir.”
Bill pergi ke rumah anak itu lagi dengan membawa sebuah kado yang diletakkan di depan rumah anak itu. Ia dibuntuti Frank. Frank menyuruh Bill untuk minggir dengan sirine polisinya.
“Kau pikir tidak terlalu awal untuk bermain santa clauss?”
“Apa?” tanya Bill.
“Jangan bodoh, kita berdua tahu apa yang sedang terjadi.”
“Aku senang ini terjadi, aku ingin memberitahumu sesuatu.”
“Tidak! Tak ada yang terjadi jika kau tak memberitahuku. Kau tidak melakukan apapun!” bentak Frank. “Apa yang mau kau lakukan, kau mau menghancurkan keluargamu? Ini kacau sekali, kau ingin mengacaukannya sekali lagi? Pergi Bill, temui keluargamu!” lanjut Frank.
Di depan kantor polisi, Bill menghentikan mobilnya. Lama ia memandangi kantor itu dari balik kaca di dalam mobilnya.
Ia tinggal di sebuah rumah mewah di perumahan di tengah gurun bersama istri dan kedua orang anaknya. Sebuah kolam renang di halaman rumah dimanfaatkannya untuk bersenang-senang bersama keluarganya. Anaknya sangat senang dengan kolam itu, apalagi jika ayahnya menjanjikan untuk bermain bersama di sana.
Tanpa ada penghasilan tetap membuat Bill sering berurusan dengan penagih hutang. Tiap hari ia menjual barang-barang bekas, banyak dari barang itu adalah kesayangan dan pemberian ayahnya. Kekacauan bertambah dengan seringnya ia mendapat surat teguran dari sekolah anaknya yang suka menyontek.
Suatu malam ia berjalan ke tengah gurun. Dilihatnya coyote sekarat dengan isi perut berceceran keluar. Ia kembali ke rumahnya untuk mengambil pistol dan menembak mati coyote itu. Paginya ia kuburkan coyote itu lalu berhenti sejenak di bawah pohon. Bill kelihatan memikirkan sesuatu sambil memandangi pistol yang digunakannya untuk membunuh coyote semalam.
Saat pulang Bill mampir untuk mengambil minum dari sebuah pompa di pinggir jalan. Pompa air sudah tak bisa digunakan atau air sedang kering. Bill masuk ke sebuah rumah yang terbuka menuju kran air di dalam rumah. Bill mendegar desahan wanita di ruangan lain. Penasaran, Bill menghampiri ruangan itu dan melihat sepasang manusia berdiri berlawanan bersandar meja tanpa celana. Kedua orang itu kaget melihat Bill yang tiba-tiba ada di depan mereka dengan sebuah senapan. Sang pria memberikan dompetnya kepada Bill. Dengan ragu, Bill menerima dompet itu, mengambil uangnya, lalu hanya meletakkan saja dompetnya.
Sebelum pergi, Bill bertanya pada kedua orang tadi, “seharusnya .. aku mengikatmu atau bagaimana kan?”
“Tidak perlu, tidak ...”
Bill pulang bersama perasaan yang bercampur. Sejak saat itu, Bill mulai terbiasa dengan perampokan.
Di tempat permainan bowling, Bill bertemu dengan Frank yang nanti akan menjadi sahabat dekatnya. Pertemuannya di awali ketika teman Bill membuat kekacauan di arena bowling, dan Frank memberikan uang damai kepada pemilik arena.
Bill sering duduk bersama Frank, sekedar berbincang sambil minum bir. Frank seorang polisi yang meragukan keadilan.
“Moralitas sebuah ilusi. Kita menciptakan tuhan untuk menahan diri kita masing-masing, dan menghajar satu sama lain sampai mati bersama kumpulan kita sendiri. Itu tak diperbolehkan lagi, jadi kita sekarang memiliki polisi dan senjata, kursi listrik dan penjara. Ini semua omong kosong, hanya ketakutan yang membuat kita sejalan. Tak ada dosa, tak ada kebajikan. Hanya sesuatu yang orang-orang kerjakan,” nasehat Frank.
Seorang pemilik swalayan memperlakukan pegawainya tanpa perasaan. Bill yang sering belanja di tempat itu dan kenal dengan karyawan tersebut, merasa tidak nyaman dengan perlakuan majikan tadi. Malamnya, Bill memberikan pelajaran kepada pemilik swalayan itu dengan merampok uang dalam cash register, saat semua karyawan sudah pulang dan hanya tinggal pemiliknya. Sejak saat itu, perlakuan majikan telah berubah.
Frank sangat dekat dengan Bill, bersantai, bermain bersama, bahkan ia diundang untuk makan bersama keluarga Bill.
Lama kelamaan istri Bill mulai meragukan ucapan Bill bahwa ia masih bekerja di perusahaan asuransi. Ia membuntuti Bill dan menemukan bahwa Bill sudah tak bekerja di sana.
Frank melihat sebuah pengumuman di layar monitor kantornya. Seorang berusia 30-an, kaukasian, dengan sketsa wajah yang nampaknya ia kenal. Kasus itu menjadi terkenal di kantor Frank.
Melihat ciri-ciri yang sudah tak diragukan lagi bahwa itu adalah temannya, Frank memanggil Bill untuk sedikit menasehatinya.
Istri Bill mulai mengetahui apa yang disembunyikan Bill tentang perampokan yang dilakukannya selama ini. Ia pergi dari rumah bersama kedua anaknya, ke rumah orang tuanya.
Bill mulai frustasi dengan berbagai hal yang terjadi. Ia pergi ke kolam tempat ia bermain bersama anaknya. Dimasukkannya zat azam ke dalam kolam, yang ia kemudian memasukkan dirinya. Tubuhnya terbakar oleh reaksi larutan itu.
Anaknya yang tidak betah ingin bertemu ayahnya mengajak ibunya untuk pulang kembali. Bill senang dapat bertemu keluarganya lagi.
Bill menjual rumah mewahnya, namun belum ada yang mau membelinya.
Kolam renang sudah Bill tutupi dengan pasir. Anak-anak Bill memandangi kolam itu dan merebahkan dirinya di atas pasirnya. Bill mengambil selang air dan menyemprotkannya ke anak dan istrinya, mereka bahagia bermain lagi.
Bill membaca koran. Di salah satu kolomnya termuat telah tertangkapnya seorang perampok.
Bill pergi ke rumah seorang anak yang diketahuinya adalah anak permapok tersebut.
Bill berkata pada istrinya bahwa ada seorang yang merampok sebuah pom bensin, namun di pengadilan ia didakwa atas apa yang Bill telah lakukan selama ini. Bill bingung apa yang harus ia lakukan.
“Tak ada, tak ada yang bisa kau lakukan. Dia seorang penjahat, dia akan masuk penjara. Ini tak ada hubungannya denganmu. Kau juga punya anak. Ini keluarga kita Bill. Ini sudah berakhir.”
Bill pergi ke rumah anak itu lagi dengan membawa sebuah kado yang diletakkan di depan rumah anak itu. Ia dibuntuti Frank. Frank menyuruh Bill untuk minggir dengan sirine polisinya.
“Kau pikir tidak terlalu awal untuk bermain santa clauss?”
“Apa?” tanya Bill.
“Jangan bodoh, kita berdua tahu apa yang sedang terjadi.”
“Aku senang ini terjadi, aku ingin memberitahumu sesuatu.”
“Tidak! Tak ada yang terjadi jika kau tak memberitahuku. Kau tidak melakukan apapun!” bentak Frank. “Apa yang mau kau lakukan, kau mau menghancurkan keluargamu? Ini kacau sekali, kau ingin mengacaukannya sekali lagi? Pergi Bill, temui keluargamu!” lanjut Frank.
Di depan kantor polisi, Bill menghentikan mobilnya. Lama ia memandangi kantor itu dari balik kaca di dalam mobilnya.
30.8.14
Menjadi Sekarang
Menjadi sekarang, mengamati apa yang sedang terjadi, dan apa yang ada dengan penuh perhatian.
Menjadi sekarang, membiarkan berbagai hal memasuki pikiran tanpa menilai baik dan buruknya.
Menjadi sekarang, tanpa mengkhawatirkan apa yang telah dilakukan atau apapun akibatnya di masa depan.
Menjadi sekarang, betapapun sakitnya, itu masalah keanekaragaman rasa, tak ada yang benar - benar berlawanan.
Menjadi sekarang, tanpa kata, tanpa makna, hanya merasa.
Menjadi sekarang, membiarkan berbagai hal memasuki pikiran tanpa menilai baik dan buruknya.
Menjadi sekarang, tanpa mengkhawatirkan apa yang telah dilakukan atau apapun akibatnya di masa depan.
Menjadi sekarang, betapapun sakitnya, itu masalah keanekaragaman rasa, tak ada yang benar - benar berlawanan.
Menjadi sekarang, tanpa kata, tanpa makna, hanya merasa.
29.8.14
Charles dan Professor X
"Hanya karena seseorang kehilangan jalan hidupnya, tak berarti ia tersesat selamanya." -Professor X
Charles:
Aku membuka pikiranku..,..
Dan itu bagai beban berat bagiku.
Semua suara itu..,..
Begitu banyak..,..
penderitaan.
Professor X :
Kau takut
Bukan penderitaan mereka yang kau takutkan.
Tapi penderitaanmu sendiri, Charles.
Tak peduli seberapa menakutkannya..,..
penderitaan itu akan membuatmu lebih kuat.
Jika kau merelakan dirimu merasakannya..,..
menerimanya..,..
Itu akan membuat dirimu
jauh lebih kuat dari yang pernah kau bayangkan.
Itu kekuatan terbesar yang kita miliki..,..
untuk menahan penderitaan mereka tanpa melemah.
Dan itu terlahir dari..,..
kekuatan manusia yang terbesar..,..
Harapan.
Kumohon..,..
Charles, kami ingin kau memiliki harapan lagi.
Professor X :
Masa lalu..,..
Dan dunia baru yang tak menentu.
Dunia dengan kemungkinan yang tak terbatas.
Dan juga akibat yang tak terbatas.
Pilihan tanpa batas yang akan
menentukan nasib kita.
Setiap Pilihan,
setiap Peristiwa..,..
merupakan riak pada Sungai Waktu.
Riak yang cukup..,..
Dan kau mampu merubah air pasangnya.
Karena masa depan
tak akan pernah bisa ditentukan.
26.8.14
Mimpi
1. Mengantuk.
2. Merebahkan diri, mata dipejamkan, sampai diperoleh rasa nyaman.
3. Rasa nyaman meningkat. Imajinasi pikiran mulai tak dapat dikendalikan.
4. Kenangan yang paling dominan muncul, apakah yang terakhir dialami sblm tidur, ataukah yang paling sering dipikirkan.
5. Kenangan menjadi semakin nyata, berwujud sebuah visi atau bentuk yang berpadu dengan kenyamanan.
6. Cerita dimulai, kesadaran mengikuti cerita, dibawah kehendak.
7. Kesadaran pun ikut menghilang. Setelah bangun hanya dapat mengingat beberapa cerita di awal tidur.
2. Merebahkan diri, mata dipejamkan, sampai diperoleh rasa nyaman.
3. Rasa nyaman meningkat. Imajinasi pikiran mulai tak dapat dikendalikan.
4. Kenangan yang paling dominan muncul, apakah yang terakhir dialami sblm tidur, ataukah yang paling sering dipikirkan.
5. Kenangan menjadi semakin nyata, berwujud sebuah visi atau bentuk yang berpadu dengan kenyamanan.
6. Cerita dimulai, kesadaran mengikuti cerita, dibawah kehendak.
7. Kesadaran pun ikut menghilang. Setelah bangun hanya dapat mengingat beberapa cerita di awal tidur.
7.7.14
3.7.14
"Everything Is Awesome!!!" The Lego Movie
Everything is awesome
Everything is cool when you're part of a team
Everything is awesome when we're living our dream
Everything is better when we stick together
Side by side, you and I gonna win forever, let's party forever
We're the same, I'm like you, you're like me, we're all working in harmony
Everything is awesome
Everything is cool when you're part of a team
Everything is awesome when we're living our dream
(Wooo)
3, 2, 1. Go
Have you heard the news, everyone's talking
Life is good 'cause everything's awesome
Lost my job, it's a new opportunity
More free time for my awesome community
I feel more awesome than an awesome possum
Dip my body in chocolate frostin'
Three years later, wash off the frostin'
Smellin' like a blossom, everything is awesome
Stepped in mud, got new brown shoes
It's awesome to win, and it's awesome to lose (it's awesome to lose)
Everything is better when we stick together
Side by side, you and I, gonna win forever, let's party forever
We're the same, I'm like you, you're like me, we're all working in harmony
Everything is awesome
Everything is cool when you're part of a team
Everything is awesome when we're living our dream
Blue skies, bouncy springs
We just named two awesome things
A Nobel prize, a piece of string
You know what's awesome? EVERYTHING!
Dogs with fleas, allergies,
A book of Greek antiquities
Brand new pants, a very old vest
Awesome items are the best
Trees, frogs, clogs
They're awesome
Rocks, clocks, and socks
They're awesome
Figs, and jigs, and twigs
That's awesome
Everything you see, or think, or say
Is awesome
Everything is awesome
Everything is cool when you're part of a team
Everything is awesome when we're living our dream
14.6.14
14.5.14
Invasi Tembaga
Deno baru saja melihat syuting film horor yang berada di sebuah bukit dekat rumahnya. Ia turun dari bukit untuk pulang bersama para kru film. Di sekeliling bukit memang penuh misteri, jalan sempit di kanan kirinya penuh dengan tong – tong bekas yang dibelah dua dan diisi air, becek dan berlendir, langit senja, dan pertanda – pertanda aneh. Bukit itu sangat jarang dijamah orang. Penduduk sekitar takut dengan ceritanya.
Setapak demi setapak mereka
menuruni bukit dan sampailah mereka pada pijakan seperti tangga yang terakhir. Jalannya
sudah mulai menyempit dari beberapa waktu yang lalu, batu tinggi mengapit jalan
itu. Di pijakan terakhir hal aneh mulai terjadi. Tanah berkerikil untuk memijak
sangat lembek seperti menghisap ke dalam. Beberapa kru berhasil melewatinya
tetapi tidak mengingatkan kru di belakangnya.
Seorang kru yang tidak
memperhatikan jalan menginjak bagian tengah tanah lembek itu dan terhisap ke
dalam. Kru lain berusaha mengangkatnya, tetapi tanah semakin menghisap. Semua
kru yang melihat meminta tolong kepada kru lain. Akhirnya dengan bantuan banyak
orang, kru yang terhisap berhasil diselamatkan.
Namun, tanah tetap bergerak ke
dalam seperti longsor yang membentuk sink
hole. Diameternya tidak besar, hanya cukup untuk menelan seorang manusia. Semakin
ke dalam longsoran semakin bergerak cepat dan akhirnya runtuh menghasilkan
lubang yang sangat dalam. Di dalamnya ada titik putih kecil yang sepertinya
ujung dari lubang tersebut yang membawa ke dalam sebuah ruang besar yang
bercahaya terang.
Lubang itu membuat panik
penduduk sekitar, dongeng lama yang dibicarakan sepertinya akan menjadi
kenyataan. Deno yang juga ikut melihat kejadian itu, memutuskan untuk pulang
duluan meninggalkan bukit dan para penduduk yang panik dan menyalahkan para kru
film.
Di tengah jalan yang lapang
berdebu di dekat sebuah gudang tua besar, keributan mulai terjadi. Para
penduduk berlarian dan meneriakkan serangan makhluk aneh berulang kali.
Kebanyakan mencari perlindungan ke dalam rumah.
Ketika jalan sudah mulai sepi,
Deno pun masuk ke dalam gudang besar tadi, yang sebenarnya pintu besarnya sudah
ditutup oleh orang – orang yang berlindung di dalamnya. Bersama dengan beberapa
orang, Deno berlindung di sebuah ruangan di dalam gudang besar itu. Kebetulan
ia bertemu adiknya yang paling kecil di sana.
Serangan mulai terjadi pintu
besar berhasil di dobrak oleh dua makhluk asing. Deno dan dan orang – orang
lainnya diam pasrah bersembunyi di balik atap – atap seng bekas yang di
sandarkan di dinding ruangan.
Makhluk asing mulai memasuki
ruangan tempat Deno dan beberapa orang lain bersembunyi. Setiap langkah makhluk
asing yang mulai mendekat masuk menambah debaran jantung dan nafas.
Seseorang nekad keluar dari
persembunyian dan menyerang terlebih dahulu makhluk itu dengan tombak. Namun
belum sampai dekat, orang tersebut ditumbangkan dengan sinar yang keluar dari
tangan makhluk asing.
Sementara yang lain tetap
diam, makhluk itu bergerak menuju persembunyian Deno. Deno pun keluar berlari
mengambil tongkat orang tadi yang tak jauh dari tempat persembunyiannya dan
dari makhluk. Kalah respon, makhluk berhasil di tusuk duluan dari belakang.
Deno melanjutkan dengan memukul berulang kali makhluk tersebut hingga
tersungkur tak bergerak.
Deno keluar ruangan
menghampiri makhluk asing lainnya. Hanya saja makhluk ini tidak menyerang
dengan sinar seperti yang dilakukan makhluk sebelumnya.
Tombakan Deno gagal mengenai
kepala makhluk itu. Deno memukulkan tongkatnya ke arah kepala berulang kali
sampai putus dari badannya dan akhirnya juga jatuh tersungkur.
Setelah mengalahkan makhluk
asing yang kedua kalinya, Deno melihat ke luar
melalui pintu besar gudang yang ternganga lebar. Beberapa makhluk asing
yang jumlahnya lebih banyak dan beraneka bentuk berjalan mendekati gudang. Deno
berlari ke persembunyiannya tadi.
Karena banyak, makhluk itu
berhasil menemukan persembunyian Deno dan orang – orang lainnya. Kali ini tidak
ada yang berani menyerang karena sepertinya makhluk ini adalah raja dan para
pembesarnya, walaupun bentuknya tak seseram tentaranya yang tadi. Makhluk itu
tak menyerang. Mereka membawa orang – orang dan Deno keluar dari gudang ke
lapangan luas berdebu yang berada di depan gudang.
Dalam pengawalan menuju keluar
Deno meminta kepada para pembesar makhluk asing itu untuk tidak merusak kedamaian
dirinya dan desanya. Makhluk itu hanya diam namun sepertinya memahami.
Langit terlihat semakin gelap.
Seperti ada pusaran tepat di atas lapangan tempat orang – orang berkumpul. Sang
raja memilih beberapa orang untuk ketengah lapangan, Deno termasuk salah
satunya. Inti pusaran di langit melebar, sebuah pesawat mirip pesawat UFO di
film scifi keluar dari lubang intinya
dan turun dari langit tepat di atas orang – orang terpilih.
Deno dan orang – orang lainnya
tahu bahwa mereka akan di bawa masuk ke pesawat. Mereka tidak menyerang karena berharap dengan
pengorbanan mereka di bawa alien itu, orang – orang lain akan aman.
Satu persatu orang – orang
terpilih mulai dihisap masuk kedalam pesawat. Setelah semua masuk, portal di
langit membuka kembali dan pesawat menuju ke atas. Portal menutup kembali,
pesawat bergerak dalam jangkauan kecepatan cahaya memotong ruang waktu.
Sampailah mereka di sebuah
kota yang sama persis dengan kota dekat desa Deno dan para penduduk tinggal,
hanya saja semua terbalik. Di dalam pesawat sambil mengelilingi kota dari atas
sang pilot mulai bercerita.
“Ini adalah ruang terbalik
dari tempat kalian tinggal. Sudah dari dulu nenek moyang kami tinggal di sini.
Tujuan kami adalah mencari tembaga untuk koil mesin – mesin elektris di planet
kami. Kami terhubung melalui lubang tanah yang tadi kalian buka. Bukit itu
adalah bukit tembaga tempat kami menambang sedikit dari banyak tembaga yang ada
di bumi.”
.....................................................................................................
Detak jam dinding mulai
terdengar keras, atap kaca di atas sudah terang tapi lampu kamar masih manyala.
“Maasyaallah jam delapan, belum sholat subuh.”
Aku bergegas membuka kamar kos
dan ke belakang mengambil air wudlu.
11.11.13
Coldplay Anthology
Iseng - iseng ngompil tembang Coldplay komplit 5 album, lirik dan kordnya, silakan klik gambar untuk download :
29.10.13
Pasta Goreng Tomat
![]() |
| Pasta Goreng Tomat |
Perjalanan pulang dari Jogja yang panas membuat perut lapar semakin terasa. Tapi, ketika sampai di rumah buka rak makanan, buka kulkas dan buka - buka apapun yang biasa dijadikan tempat makan, semuanya kosong. Hanya ditemukan beberapa bahan makanan mentah,walaupun komplit. Yaa, mau nggak mau bahan - bahan mentah harus dimatangkan dan dicampur dulu supaya dapat dimakan. Gairah makan yang besar dapat menimbulkan imajinasi yang liar dan terciptalah sebuah masakan. And here we go,
Bahan :
- 1 genggam Fusilli
- 1 genggam Spaghetti
- Sayuran (sawi, wortel, dll)
- 2 buah tomat
- 1 siung bawang putih
- 1/4 buah bawang bombay
- 1/4 sdt lada bubuk
- 1 sdt jeruk lemon
- garam
- gula
- kecap secukupnya
- 100 ml Air kaldu (kebetulan ada)
- Margarin
Cara membuat
- Rebus Fusilli dan Spaghetti hingga aldente, tambahkan garam dan sedikit gula.
- Sambil menunggu matang tumbuk tomat dan bumbu - bumbu hingga halus, gunakan cara tradisional.
- Panaskan margarin, tumis tomat dan bumbu yang telah ditumbuk hingga harum, masukkan air kaldu dan sayuran.
- Setelah mendidih masukkan pasta, campur sampai air mengering.
- Sajikan.
21.9.13
Lawu Jalur Candi Cetho, Hamparan Surga di Atas Awan
![]() |
| Pasukan di basecamp Dari dua jalur lain (Cemoro Sewu, Cemoro Kandang), jalur ini yang paling indah, jauh dan menantang, menurutku. Pemilihan letak Candi Cetho mungkin juga terkait dengan keindahan padang sabana sebelum puncak Lawu yang tak dilalui dari jalur lain. Jalur ini juga jarang dilewati jika dibanding jalur lainnya. Beberapa Candi Hindu menyambut seolah sebagai pintu mengawali tingkatan - tingkatan kehidupan :D. Paling dasar Candi Cetho yang berundak - undak dilanjutkan Candi Saraswati dan diakhiri Candi Kethek. Sebelum Candi Kethek pendaki akan turun melewati sungai. Candi Kethek merupakan pos pertama. Jalur mulai menanjak melewati ladang warga setelah Candi Kethek, kemudian masuk hutan sampai pos II, Brak Seng. Setelah pos II jalur mulai didominasi hutan pinus yang terbakar, sesekali dijumpai warga yang sedang membakar kayu untuk dijadikan arang sebelum pos III, Cemoro Dowo. Berdebu, kering dan rusak, itulah kesan yang aku tangkap setelah melalui jalur dari pos II - pos III. Walaupun telah terbakar, hutan pinus antara pos III sampai pos Penggik malah menunjukkan keunikan pemandangannya. Jalur menanjak melewati puncak punggungan bukit yang curam. Gundukan bebatuan mengawali perjalanan keluar dari hutan bakar menuju hamparan padang sabana. Inilah spot paling istimewa di gunung Lawu. Pepohonan cemara memayungi padang dan perbukitan sabana dengan tenangnya, hanya suara angin yang menggesek dedaunan menggoyangkan rerumputan melewati bukit. Pos V Bulak Peperangan juga dinamakan karena sabananya. Keluar dari sabana, puncak sudah terlihat. Perjalanan ke puncak dari pos Hargo Dalem memakan waktu kurang lebih 30 menit. |
| Hutan pinus bakar |
![]() |
| Sun's rising |
![]() |
| Pemandangan dari Puncak Hargo Dumilah |
![]() |
| Pasukan |
![]() |
| Pemandangan dari Puncak Hargo Dumilah |
![]() |
| Jalur antara pos V sampai Puncak, Sabana |
![]() |
| Jalur antara pos V sampai Puncak, Sabana |
![]() |
| Pos V Sabana |
![]() |
| Sepasang induk tua beserta anak - anaknya |
8.9.13
7.9.13
Rangkuman Program Kerja KKN di Desa Mabat
Telah sejak lama Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi mata kuliah wajib di berbagai universitas di Indonesia. Dengan mata kuliah ini diharapkan para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah untuk menyelesaikan masalah - masalah yang ada dalam masyarakat. Meskipun pada kenyataanya mahasiswalah yang lebih mendapat pengalaman dan pelajaran dari masyarakat. Universitas Gadjah Mada yang menjadi pelopor terbentuknya KKN telah mengirimkan mahasiswanya ke seluruh pelosok - pelosok Indonesia. Telah lama KKN ada maka telah banyak pula cerita - cerita tentang kegiatan ini dituturkan oleh orang - orang yang mengalaminya. Walaupun banyak kesamaan dan terkesan pengulangan tiap tahunnya, tapi masing - masing unit mempunyai keunikan tersendiri dalam mengeksekusi program - programnya, baik untuk menyelesaikan masalah yang ada di desa tempat KKN ataupun sekedar memenuhi lembar laporan. Berikut program - program unit KKN ku yang diselenggarakan di desa Mabat, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung.
Plangisasi
Bisa dikatakan tak ada KKN tanpa plangisasi. Plang dapat menjadi media publikasi dan catatan sejarah bahwa tim KKN tersebut sudah pernah ada di sana. Program ini sudah direncanakan sebelumnya menurut survei tim bahwa di Desa Mabat belum terdapat plang jalan walaupun jalannya sudah mempunyai nama. Program ini kami laksanakan di minggu - minggu awal KKN. Alat dan bahan kami kumpulkan dari swadaya warga Mabat. Plang terbuat dari besi plat yang disambung dengan besi silinder panjang, semua dibantu oleh tukang las yang kebetulan ada di desa. Plat besi kemudian di cat hijau keseluruhannya dan ditulisi dengan cat putih.
Penyaring Air
Ada tiga sumber air yang biasa digunakan warga desa Mabat. Air sungai yang telah sejak lama digunakan warga untuk MCK bahkan untuk minum dan memasak, tetapi saat ini warga biasa minum dari air galon dari luar maupun dari warga yang mempunyai penyaring air sendiri. Kemudian air sumur tersedia di beberapa rumah warga. Untuk membuat sumur bormaupun sumur keruk diperlukan biaya mahal sehingga tidak banyak warga yang mempunyai sumur ini. Warga yang tak memiliki sumur kadang mengambil air ke sumur warga lain ataupun sumur umum. Sampel air sumur telah kami bawa ke Dinas Kesehatan tetapi belum mendapat hasil sampai sekarang. Terakhir air SPAM (Sumur Pompa Air Massal) hadiah dari pemerintah yang pengerjaannya serampangan dan kurang perhitungan. Sumur ini berdiameter sekitar 10 meter dengan kedalaman total 6 meter dan kedalaman air di musim hujan 3 meter. Masalahnya, air yang keluar bercampur dengan tanah merah yang merupakan karakter tanah di sekitaran sumur, air yang keluar pun hanya rembesan air sungai yang terletak di dekatnya. Walaupun demikian, air ini sudah terlanjur didistribusikan ke rumah - rumah warga yang tidak memiliki sumur sendiri.
Akhirnya kami memilih untuk penyelesaian sementara masalah air dengan membuat filter air. Terbuat dari bahan - bahan yang mudah di dapat seperti ijuk aren dan arang kayu. Sebelumnya kami mencoba berbagai bahan lain seperti pasir, namun pasir di daerah Bangka terlalu halus jadi pasir ikut keluar bersama air dan debitnya terlalu kecil. Ijuk kami masukkan terlebih dahulu kemudian dipadatkan dan diatasnya ditambah arang tumbuk yang dikocok - kocok untuk mendapatkan kerapatan maksimal. Wadah dapat berupa botol air mineral 1,5 liter yang dilubangi atasnya sebagai tempat masuknya air maupun ember yang dilubangi bawahnya. Penyaring air kemudian kami instalasikan di kamar mandi kantor desa dan kami sosialisasikan kepada beberapa warga. Untuk jangka panjang sebenarnya telah di rencanakan relokasi air SPAM ke waduk baru yang lebih besar dan lebih jernih. Waduk telah selesai dibuat oleh perusahaan sawit setempat, tetapi terhenti karena dulu warga hanya mengajukan pembuatan waduk tanpa pendistribusian dan pengelolaan mesin pompa.
Pengadaan Tong Sampah
Warga desa kurang sadar dengan kerapian dan kebersihan lingkungan.Terbukti dengan tercecernya sampah plastik di pekarangan rumah maupun di daerah aliran sungai. Kami sempat mencoba berhubungan dengan Badan Lingkungan Hidup untuk pengadaan Tempat Pembuangan Sementara ataupun Tempat Pembuangan Akhir. Namun, keduanya tidak memungkinkan karena letak Mabat yang jauh dari daerah operasi sebelumnya dan ijin untuk TPA tidak mudah. Akhirnya kami memilih untuk memasang tong sampah di tempat - tempat umum yang sering didatangi warga seperti musola, masjid, sekolah, lapangan, koperasi, kantor desa, dll. Sampah yang terkumpul kemudian dibakar langsung dalam tong yang terbuat dari besi. Dengan demikian warga yang melihat semoga dapat terinspirasi dan menerapkannya di rumah masing - masing. Tong sampah kami dapat dari perusahaan sawit di Desa Mabat dengan mengirim proposal ditambah hubungan langsung dengan humasnya. Cara membuatnya dengan membelah dua drum bekas penampung minyak dan memberi tangkai pegangan di bibirnya.
Warga biasa mandi di sungai tetapi tidak menyadari kebersihan sungai. Sampah - sampah mandi dibuang begitu saja di bantaran sungai. Melihat hal ini, kami bekerja bersama membersihkan sungai dengan mengumpulkan sampah yang tercecer di daerah aliran sungai ke dalam suatu bak galian. Tak ada cara lain selain membakar sampah ketika sampah dalam bak penuh. Minimal dengan usaha seperti ini, aliran sungai terlihat bersih dan tidak ada kotoran yang ikut hanyut ke air sungai.
Bersih Gapura
Desa - desa di Pulau Bangka hanya di hubungkan oleh jalan tunggal. Batas - batas antar desa di sepanjang jalan diberi gapura yang sudah ada belasan tahun lalu. Gapura desa Mabat tertutupi oleh semak - semak dan rumput kacangan sehingga tidak terlihat dengan jelas. Kami bersama pemuda setempat bergotong royong membersihkan gapura kemudian mengecat ulang tulisan yang telah pudar. Keadaan desa tercermin dari pemandangan pertama ketika memasuki desa, desa yang bersih dan tertata tak mungkin gapuranya kotor.
Penyuluhan Kesehatan
Salah satu faktor terpenting dari suatu desa adalah masalah fasilitas dan kesadaran kesehatan warganya. Akses ke puskesmas di desa Mabat cukup jauh, tetapi ada seorang bidan yang menangani berbagai keluhan kesehatan warga. Untuk itu, warga harus menjaga kesehatannya lebih hati - hati. Kami bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan mengadakan penyuluhan kesehatan dengan berbagai tema mulai dari malaria sampai dengan keluarga berencana. Penyuluhan ini dihadiri dengan antusias oleh ibu - ibu desa Mabat.
Pertanian merupakan sektor inti penyangga perekonomian desa Mabat. Hampir setiap warganya berprofesi sebagai petani. Kami telah merencanakan dari awal untuk mengadakan penyuluhan di bidang pertanian dengan mengundang pembicara yang ahli di bidangnya. Setelah mengajukan berbagai proposal akhirnya terjalinlah kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah yang mengirimkan dua orang ahli pertaniannya ke Desa Mabat. Acara ini akhirnya mendapat perhatian paling besar dari warga Mabat. Di awali dengan penyuluhan dalam ruang tentang integrasi pertanian dan peternakan, tips - tips pertanian dan penyelesaian masalah berkaitan dengan tanaman yang biasa ditanam oleh warga desa Mabat. Siang hari sampai sore diisi oleh materi lapangan dengan berkunjung langsung ke kebun warga. Warga banyak bertanya tentang masalah yang berkaitan dengan tanaman kebun mereka seperti karet, lada, sawit dan cabai. Pihak MPM Muhammadiyah juga sempat bertemu dengan bupati berkaitan dengan bantuan ternak kepada warga desa yang mau beternak. Tindakan lebih lanjut tergantung kepada warga apakah mereka tergerak untuk mengintegrasikan pertanian dengan peternakan atau tetap bergantung pada pupuk kimia.
Dalam menanggapi penyuluhan yang diadakan sebelumnya, kami mengadakan praktek langsung pembuatan dan penggunaan kompos pada lahan warga. Kami bekerjasama dengan seorang warga setempat untuk memberanikan diri mencoba menggunakan kompos sebagai pupuk dasar sebelum bercocok tanam. Warga biasa menggunakan kotoran ayam yang dicampur dengan pupuk kimia seperti NPK untuk pupuk dasar. Padahal kedua pupuk tersebut mempunyai kadar nitrogen, pospor dan kalium yang begitu tinggi hingga berakibat tumbuhan menjadi kepanasan. Kebetulan di desa Mabat telah mempunyai mesin penggiling (chopper) yang biasa digunakan untuk membuat kompos. Hanya saja belum ada warga yang mencoba menggunakan mesin tersebut karena warga belum tahu tentang kelebihan dan cara memproduksi kompos. Bahan - bahan seperti rerumputan dan tandan kosong sawit dengan mudah kami dapatkan di sekitar Mabat, sedangkan untuk kotoran ternak harus kami beli dari luar desa. Rumput dan tandan yang telah digiling dicampur secara bergantian dan diletakkan diatas kotoran ternak. Tumpukan kemudian disiram dengan fermentasi mikroorganisme yang terbuat dari nanas, gula merah dan air cucian beras yang didiamkan selama seminggu dan ditutup dengan plastik besar atau terpal. Setelah sebulan kompos dapat dipanen. Hasil panenan akan dicobakan pada lahan tempat menanam cabai.
Kerajinan Tangan
Terlalu banyak limbah yang terbengkalai begitu saja di sekitaran desa Mabat, seperti plastik, sabut kelapa, ijuk aren, tandan sawit, dll. Kami mengadakan pelatihan pengolahan limbah menjadi kerajinan tangan seperti bunga dan pernak pernik. Pelatihan ini diadakan tiap Jum'at siang dan diikuti oleh ibu - ibu dan pemudi - pemudi desa.
Kelompok Belajar
Tema dan judul KKN kami di Mabat berkaitan dengan pendidikan, maka program utama dan yang sering kami lakukan juga berkaitan dengan pendidikan. Salah satunya adalah kelompok belajar yang kami adakan secara informal di berbagai tempat, seperti kebun sawit, kantor desa, halaman, bahkan saat jalan - jalan.
Pesantren Kilat
Lomba Ramadhan
Lomba 17-an
Karnaval 17-an
Sebenarnya kami hanya berencana menyelenggarakan lomba pawai sepeda hias dengan peserta anak - anak desa. Namun seorang pemuda desa mengusulkan untuk mengubah konsep acara menjadi seperti karnaval yang diisi tidak hanya sepeda hias saja tapi juga pesta kostum. Acara dimulai pukul 14.00 siang sampai sore. Peserta berkumpul di SDN 2 Mabat kemudian berjalan mengelilingi jalan desa.
Obor Takbir





























